Kakak Ataukah Bapak/Ibu?

Kakak Ataukah Bapak/Ibu?

Ada orang tersinggung karena dipanggil "Pak" atau "Bu", sebab dirinya merasa masih muda, bahkan belum menikah. Sedangkan para bapak dan ibu guru, walau pun baru lulus S1 (berarti usianya sekitar  22 tahun) dan belum menikah, terbiasa dipanggil "Bapak" atau "Ibu" oléh murid, oléh rekan-rekan guru, dan oléh atasan (Kepala Sekolah atau Pengawas). Bagi guru, panggilan "Bapak" atau "Ibu" adalah panggilan kehormatan. Mirip seperti "Sir" atau "Ma'am".

Saya malah merasa kurang nyaman dipanggil "Kak" atau "Kakak". Apa lagi akhir-akhir ini banyak tenaga pemasaran yang menawarkan produk atau jasanya dan menyebut saya dengan panggilan "Kak". Misalkan: "Boléh saya daftarkan sekarang kak? Sedang promo lho!"
Penipu pun memanggil saya dengan sebutan "Kakak".
Akhirnya, sebutan "Kakak" yang seharusnya menjadi sebutan hormat, di telingaku menjadi sebutan yang "bikin parno". Hahaha…

Ada beberapa orang yang mencoba menghindari kesalahpahaman dengan mengawali kalimat seperti ini: "Maaf, boléhkah saya memanggil Kakak? Atau Bapak?" Cuma cara ini kurang éféktif untuk percakapan singkat, misalkan antara kasir dengan pembeli.

Nah, apakah ada di antara anda yang punya pendapat atau kiat-kiat jitu berkenaan dengan masalah sebutan ini? Sila ditulis di kolom komentar.🙏