Pantangan di Tempat Kerja

Pantangan di Tempat Kerja
  1. Jangan ngomongin tentang uang, termasuk di dalamnya: Mengeluh gaji kecil, menggosip gaji orang lain yang lebih besar, ngatain orang lain makan gaji buta, mempertanyakan penggunaan anggaran, dan menuduh orang lain korupsi. Pokoknya jangan! Uang itu sénsitif. Bila menyangkut uang, teman pun bisa jadi lawan.
  2. Ngomongin kejelékan/aib orang lain, sekali pun kamu hanya ngomong ke teman paling akrab. Semua benda di dalam kantor adalah konduktor gosip. Kamu ngomong sendiri di lantai 1, suatu saat omongan itu akan menyebar sampai ke lantai 10, bahkan sampai ke pos keamanan.
  3. Melécéhkan orang lain, baik serius maupun bercanda.
  4. Menceritakan aib keluarga sendiri.
  5. Jangan mengeluh. Orang lain sudah pusing dengan urusannya masing-masing. Kita bener saja bisa disebelin orang, apa lagi bila kita menyebalkan? Tambah dimusuhi.
  6. Yang tulus senang melihat dirimu hébat/pintar hanyalah orang tuamu. Teman kantor belum tentu. Mungkin ada teman selével yang diam-diam merasa tersaingi. Atasanmu pun mungkin khawatir kursinya tergésér. Tidak semuanya sih. Tapi untuk amannya, lebih baik selalu réndah hati. Melangkah tanpa suara gaduh. Jangan bermanuver yang bisa ditafsirkan upaya menggerus dapur orang lain. Bila mau tinggi, melompatlah. Jangan menginjak kepala orang lain atau memakai tangga orang lain yang pemiliknya masih di bawah.
  7. Jangan cari muka di depan boss. Ini bisa dianggap kamu sedang mencoba jalan pintas untuk naik jabatan. Kamu akan dikucilkan bila bossmu dimutasi. Bila tugasmu adalah memetik kelapa, maka kerjakan saja itu. Jangan bekerja sukaréla mengupas kelapa, memarut, memeras, sampai memasukkan santan ke botol. Petugas pengupas kelapa belum tentu senang dibantu. Salah-salah justru kamu dibenci karena meréka merasa dirinya dianggap tidak becus bekerja sehingga harus ditolong.

Ingat bahwa suatu rahasia hanya aman bila hanya ada di dalam hati. Sekali rahasia itu keluar dari mulut, maka bayangan dirimu pun bisa berkhianat.

Mawan A. Nugroho.