Mau Jadi Kepala Sekolah Ya?

Mau Jadi Kepala Sekolah Ya?

Di lokakarya pertama ini terungkap bahwa hampir semua Calon Guru Penggerak disangka "bernafsu ingin menjadi kepala sekolah."
Jawaban kami pun umumnya sama, yaitu, "Siapa yang mau jadi kepala sekolah? Saya mau jadi pengawas!"
😂

Nggak ding. Bercanda.
Saya mémang suka segala jenis kegiatan yang menambah ilmu dan menambah teman. Teman adalah jaringan yang cukup éféktif. Mungkin dari teman, akan ada sekolah baru yang ingin dipasangkan LMS Moodle, atau dibuatkan aplikasi komputer.
Ke depan, teman pun bisa diminta bantuan untuk memudahkan beberapa urusanku. Iya kan?

Punya teman banyak itu bagus, asalkan teman itu membawa énérgi positif. Guru Penggerak adalah guru-guru terseléksi, yang semangatnya patut dicontoh.

Lha kalau di masa depan ada keajaiban saya tiba-tiba dipercaya menjadi kepala sekolah, itu anggap saja bonus. Bukan tujuan utama.

Di diklat ini, saya disadarkan bahwa menjadi guru adalah tidak mudah. Masyarakat awam berpikir, pekerjaan guru itu cuma masuk ke kelas, kemudian menyuruh sékretaris menulis di papan tulis sedangkan murid yang lain menyalin di buku tulisnya masing-masing. Kemudian guru ceramah, muridnya duduk manis mendengar. Bésoknya ulangan.

Kenyataannya sangat tidak seperti itu. Zaman sekarang tidak ada guru seperti itu. Sebelum mengajar, guru harus membuat perencanaan. Ketika mengajar, ada berbagai macam cara pembelajaran yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tapi materi tersampaikan semaksimal mungkin. Tiap murid punya gaya belajar berbéda. Tidak bisa guru hanya memakai satu cara penyampaian. Setelah proses belajar mengajar di kelas selesai, guru harus membuat réfléksi dan analisa. Dan masih banyak lagi pekerjaan guru yang sesungguhnya rumit tapi tidak terlihat oléh orang awam.

Saya bangga menjadi bagian dari Calon Guru Penggerak. Sekarang saya sudah merasakan. Angkatan berikutnya giliran anda!

Mawan A. Nugroho.
CGP Angkatan 7, Banten, Kota Tangerang, Kelas D.